visitors

Rabu, 21 Mei 2014

Perang Frekuensi

Dua hari ke belakang ini, agaknya saya merasa televisi ini lebih panas dari - disipasi daya yang dihasilkan - biasanya. Apatah gerangan? Pasalnya ini gegara ada disipasi daya geliat politik pilpres 2014 yang - sangat panas - diumbar di dalam siaran(media)nya. #perangfrekuensi

Ya, makhluk mati bernama 'televisi' kini seakan berontak meronta-ronta, (terpaksa) saling hantam - sana hantam sini di dalamnya. Bukan, bukan komponen rangkaian elektronik di dalamnya yang sedang baku hantam, melainkan frekuensi 'UHF' di dalamnya yang beradu jotos kabar. Sebut saja 'Stasiun TV'. Nama lengkapnya, 'Stasiun TV Swasta'. Nama panggilannya, "TV Berwarna Merah" dan "TV Berwarna Biru". Indah(apa)nya (coba!). #perangfrekuensi


Sang frekuensi UHF ini dipaksa bergejolak-berpolitik (oleh pemiliknya) menyerang kubu lainnya - sembari mencari teman. Saling mengharumkan, saling memecahkan wewangian yang justeru baru saja disemaikan. Dan ini nyata (juga maya) di depan mata. Tanpa sensor. Kita berhak menilainya, apalagi KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) yang jelas-jelas (benar-benar) memantaunya. #perangfrekuensi

Yang jelas, hari kemarin sepi berkabar, "Selamat Hari Kebangkitan Nasional". Ya, hari ini 20 Mei 2014, se-abad plus enam tahun kebangkitan. Namun, hari kemarin ramai sekali berkabar, "Selamat Hari Kebangkitan Perang Media Nasional!" Sekian. #perangfrekuensi

- Kido :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Write your green words, please :D