visitors

Sabtu, 18 Juli 2015

INSTAKULTUM Ramadhan 1436 H by KIDO'S PICTURES



Bismillaah...
Inilah rekapitulasi 30 talent INSTAKULTUM by KIDO'S PICTURES sesuai urutan tayang di http://www.instagram.com/kikidoanc per 18 Juli 2015 M/2 Syawal 1436 H pukul 17.59 WIB:

1. Fauziyyah Khairunnisaa 'Arsitek' (Alun-alun BDG): 15 ❤

2. Tesa Riyadi 'Pelajar/Pemain Futsal' (Pasirhonje-Cimenyan): 24 ❤

3. Iis Casmiati 'Penulis Buku Toga di Tepi Jendela' (Masjid Raya Bandung): 16 ❤

4. Romi Sangaji 'Mahasiswa/Aktivis Dakwah Kampus ITB' (Menara Salman ITB): 17 ❤

5. Rifa Khaerunnisa 'CEO Photografaa' (Braga): 15 ❤

6. Deden M. Ramdan Nuralam 'Manager Operasional Shafira Foundation' (Kantor Shafira Foundation Jalan Pelajar Pejuang): 17 ❤

7. Sari Asih Rahmawati 'Muslimah Fotografer/Creativepreneur' (Braga): 18 ❤

8. Idris Nursalim A. 'Fotografer/Desainer' (Taman Film): 20 ❤

9. Wafa F. Ismail 'Mahasiswi Kedokteran Gigi UNPAD' (Simpang Braga-Wastukencana-Perintis Kemerdekaan): 11 ❤

10. Angga Kusnan Qodafi 'Manager BP2M Salman ITB/Muslim Entrepreneur' (Kantor BP2M Salman ITB): 17 ❤

11. Lulu Azzahra 'Muslimah Relawan' (Taman Ganesha): 20 ❤

12. Surya 'Supervisor Beastudi Etos Bandung' (Gerbang Depan Kampus ITB): 18 ❤

13. Gantina Rachmaputri 'Koordinator Wilayah Etos Bandung-Dompet Dhuafa' (Campus Center ITB): 18 ❤ (Part 1), 21 ❤ (Part 2)

14. Budi 'Tenaga Ahli Parkir Salman ITB' (Areal Salman-Gelap Nyawang): 17 ❤

15. Tristia Riskawati 'Pemimpin Redaksi Salman Media' (Koridor Timur Masjid Salman ITB): 16 ❤

16. M. Abduh 'Komandan KORSA' (Gunung Batu Lembang-Maribaya KBB): 12 ❤

17. Annisa Ratu Zahra 'Relawan Pendidikan/Dirijen Angklung' (Kedai Mamah Eha): 12 ❤

18. M. Farras Muhadzdzib 'Mahasiswa/Aktivis Dakwah Kampus IPB' (Pet Park): 21 ❤

19. Aikhalid Nurlatifah 'Social Worker' (Junction GSG-Ruang Utama Masjid Salman ITB): 19 ❤

20. Bagus Putra Panuntun 'Aktivis Dakwah Sekolah' (Kampus SMA Alfa Centauri-Bimbel SSC): 20 ❤

21. Renata 'Mahasiswi Akuntansi LP3I Bandung' (Masjid Daarus Shudur Sekegawir-Cimenyan): 21 ❤

22. Ust. Deni Albar, Lc. 'Imam Masjid PUSDAI JABAR' (Masjid Pusdai Jabar): 13 ❤ (Part 1), 21 ❤ (Part 2) 

23. Nur Dawim Elya Wardah 'Muslimah Entrepreneur/Owner Sambelya' (Merlion Singapura): 25 ❤

24. M. Kamal Muzakki 'Direktur Eksekutif Rumah Amal Salman ITB' (Kantor Rumah Amal Salman ITB): 22 ❤

25. Kurniawan Gunadi, dkk. Forum Indonesia Muda 'Penulis Buku Hujan Matahari/Aktivis FIM' (Lapangan Rumput Salman ITB): 24 ❤

26. Azmi Aflah Fadhila 'Muslimah Model/Mahasiswi S2 UNPAR' (Bandara Internasional Soekarno-Hatta): 30 ❤

27. Satria Hidayat 'Aktivis/Imam Masjid Salman ITB' (Atap GSG Salman ITB): 12 ❤

28. Sayyidatun Nisa 'Relawan Lingkungan/Mahasiswi UNPAD' (Taman DAGO-BDG Emerging City): 24 ❤

29. Luthfi Pamungkas 'Mahasiswa Teknik Lingkungan ITENAS' (Taman Jomblo-Pasupati): 8 ❤

*Edisi Special Reminder*
M. Abduh 'Komandan KORSA' (Gunung Batu Lembang-Maribaya KBB Versi 2): 18 ❤

30. Kiki 'Kido' Rudiansyah & Family 'CEO KIDO'S PICTURES/Fotografer Earth Photography' (Rumah Wa Nani, Pasirhonje-Cimenyan, Kab. Bandung): 20 ❤

[]

Haturnuhun semua talent yang sudah turut berpartipasi dalam secuil proyek proaktif pribadi ini, moga menjadi salah satu penyaji tayangan berhikmah di bulan Ramadhan 1436 H ini. Moga bermanfaat, menginspirasi, dan membawa kebaikan untuk kita semua. Sampai jumpa di kesempatan program lainnya, termasuk kamu yang belum gabung. Insyaa Allah. Aamiin.
Alhamdulillaah, kalian memberi warna yang berbeda di Ramadhan kali ini dan itu indah.

"Inspirasi diri, datang dari hati"
- Kiki Rudiansyah (Owner KIDO'S PICTURES) 😉

📱 Cek selengkapnya video INSTAKULTUM Edisi 1 Ramadhan - 1 Syawal 1436 H di Instagram: @kikidoanc
Atau http://www.instagram.com/kikidoanc

Alhamdulillaah, Allahu akbar!

© KIDO'S PICTURES 
mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H, taqabbalallaahu minna waminkum...
Active•Creative•Communicative

|| Wilujeng, selamat, & congrats kepada AZMI AFLAH FADHILA (Muslimah Model/Pembina Karisma/Mahasiswi S2 Teknik Industri UNPAR) yang telah terpilih sebagai Talent Terfavorit dengan jumlah LOVE terbanyak yaitu 30 dengan INSTAKULTUM edisi #26 dengan Tema "Yuk, Maksimalkan Ibadah Jelang Perpisahan dengan Bulan Ramadhan" yang ber-venue di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tanggerang-Banten.

Dengan begitu sebagai Apresiasi KIDO'S PICTURES, Azmi dapat kesempatan voucher makan bersama Kiki 'Kido' Rudiansyah (CEO/Owner KIDO'S PICTURES) & rekan-rekan di Cafe Warung Pasta, Jalan Ganesha Bandung Juara pada bulan Agustus 2015 mendatang.

Info lebih lanjut akan dihubungi selanjutnya secara japri.
Sekian & terima kasih :)

Jumat, 26 Juni 2015

KIDO on KULTUBE SALMAN TV Ramadhan 1436 H

Assalamualaikum, Sahabat sekalian.
Saya mau berbagi pandangan terkait PEMUDA hari ini. Alhamdulillaah, berkesempatan jadi talent Salman TV untuk mengisi KULTUBE (Kultum di Youtube) di hari ke-9 Ramadhan 1436 H ini.
Moga bisa menambah semangat, ilmu, & sekaligus ngabuburit, hehe.
Pantengin aja Channel Salman TV di Youtube ya...


"PEMUDA itu Perjuangan, Etos & Etika, Menarik, Unggul, Dinamis, Ahli pikir-dzikir-ikhtiar."
- Kido -

Haturnuhun: Salman Media | Rumah Amal Salman ITB | YPM Salman ITB | Semua sponsor 
Make up by Zoya Cosmetics
Koko by aufia.com

Selasa, 24 Maret 2015

Mencoret Catatan Mimpi Kecil: KIDO Berduet dengan EDCOUSTIC

Dan benar sekali adanya, Ahad kemarin adalah momen besar pencoretan catatan mimpi kecilku. Betapa tidak, berkesempatan menyenandungkan tembang nasyid favorit (Muhasabah Cinta dan Sebiru Hari Ini) bersama penyanyi aslinya - dengan diiringi gitar langsung - adalah 'the unsaid moment'. Kemudian, mimpi kecil itupun telah menjadi kenyataan. Eggie 'Edcoustic' featuring Kido. Alhamdulillaah. Mungkin bagi sebagian yang lain ini adalah hal biasa atau 'apaan sih?' tapi apapun itu kupilih menjadi diriku dengan segala asa dan mimpiku.

Dan ternyata pula kami mempunyai secuil latar belakang yang sama. Tampil bersama di acara Festival Cinta Remaja (FESTARA) yang digelar oleh Keluarga Remaja Islam Salman ITB (KARISMA) seperti sebuah ajang reunian. Aku alumni Adik Mentor KARISMA dan Kang Eggie & (Alm.) Kang Aden (EDCOUSTIC) adalah alumni Kakak Mentor KARISMA. Sejatinya, Allah-lah Yang Maha Mempertemukan kami.



Kutahu 'Remaja Peduli' sebagai senandung perdana dari Edcoustic pada saat aku ber-Islamic Sunday KARISMA 2006 silam. Saat itu pula mulai kuterpincut dengan nasyid modern ala Edcoustic. Tak terlalu perhatian selanjutnya, sewaktu SMA 2008 lalu, 'Nantikanku di Batas Waktu' dan 'Sebiru Hari Ini' mengakrabkanku kembali dengan sang penyairnya. Hingga 'Muhasabah Cinta' melengkapi kekagumanku pada maestro nasyid ini. Munsyid Juara dari Bandung Juara, dan aku bangga.

'Sungguh walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku' ingin berduet kala itu denganmu, Edcoustic, terutama saat masih lengkap dengan (Alm.) Kang Aden kala itu. Beberapa kali bertemu yang membuat rindu. Namun, tiada mengapa karena penantianku terjawab sudah. Dengan ramah dan bersahajanya, seorang yang nota bene sudah populer dengan rendah hati mengajakku untuk tampil bersama. Superhaturnuhun, Kang Eggie, syukron Edcoustic. Suatu kehormatan dan kebanggaan bisa berduet dengan penuh kebahagiaan.

Dan seperti Kang Eggie bilang, semoga segala senandung yang dilantunkan tiada lain sebagai pelipur lara dan penghibur diri tak berlebihan. Dan tentu sejatinya semoga ini menjadi media dakwah pendulang kebaikan di masa sekarang dan mendatang. Dan sukses selalu untuk Edcoustic dan Edfriends sekalian. Aamiin.

"Tuhan kuatkan aku lindungiku dari putus asa jika kuharus mati, pertemukan aku dengan-Mu." []

| Catatan Pencoretan Mimpi Kecil, Kido.

Foto oleh Idris Nursalim Al Muhajiri
Syukron jiddan, my best Akhi 

[ Disunting oleh KIDO'S PICTURES ]

Senin, 16 Maret 2015

Indit 'SYIAH' ti Kampung Kuring!

Bandung (16/3), Kido. Langsung menuju intinya saja saya kabarkan hasil curahan saksi hidup tentang apa yang terjadi (dan masih berlangsung) di kampung saya, Pasirhonje (Kab. Bandung, Jawa Barat) menyoal kegundahan masyarakat tentang ajaran Syiah yang tengah mengguncang kini. Adalah ayah saya sendiri (RR) yang menuturkan bahwa pascakunjungan (masa reses DPR RI) 'Bos Syiah' di Jawa Barat, Jalaluddin Rakhmat, ke Yayasan Masjid Al-Mukaromah Pasirhonje (Ahad, 1 Maret 2015 lalu), masyarakat dibuat resah karena Jalal, begitu panggilannya, sempat membagi-bagikan buku tentang syiah kepada warga yang ikut hadir dalam forum tersebut. Jalaluddin Rakhmat adalah bos ajaran sesat Syiah (http://mui.or.id/wp-content/uploads/2014/05/06.-Faham-Syiah.pdf) di Jawa Barat yang diberi kesempatan oleh pemilihnya untuk menjadi Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P pada Pileg 2014 lalu dengan daerah pemilihan Jawa Barat.

http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2015/03/03/39815/manfaatkan-masa-reses-jalaluddin-datangi-pendukungnya-dan-bagi-bagi-buku-syiah.html#.VQaNYY4Tza0

Tak hanya itu, kesaksian ayah saya menyebutkan bahwa tim Jalal siap membagi-bagikan sejumlah uang tunai yang cukup menggiurkan bagi warga yang memang sedang membutuhkan, asalkan mereka harus membentuk kelompok minimal sepuluh (10) orang per kelompoknya. Entah untuk diapakan kelompok ini, tetapi ini tentu modus operandi yang mengerikan dalam rangka membeli akidah dan sangat berbahaya bagi kalangan awam yang memang kurang pengetahuan dan cerderung ikut-ikutan. Siapa sih yang tak mau jika sudah diiming-imingi uang? Beruntung, kata ayah saya melanjutkan, meski beliau bukan ahli dalam hal ilmu agama, tetapi beliau menyadari bahwa kampung ini sedang digoyah akidahnya. Tak boleh ada penggadaian akidah untuk sebuah kemakmuran, begitu tegasnya.

http://www.kompasislam.com/masa-reses-jalaluddin-rakhmat-bagi-bagi-buku-syiah-ke-kampung-kampung/#sthash.DEkYIpxT.dpbs

Isu tersebut, sampai hari ini, ramai sekali menjadi perbincangan di RW 01 kampung saya, khususnya di RT 06 yang memang menjadi letak posisi Masjid Syiah tersebut. Sebagai informasi tambahan, Al-Mukaromah adalah sebuah Yayasan yang mengaku Islam yang terletak tepat diperbatasan Kampung Pasirhonje dan Sekegawir, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Didirikan layaknya pesantren yang ada masjid dan pondoknya juga, yayasan ini juga mendirikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), begitu yang saya ketahui. Tak hanya itu, biasanya melalui surat undangan, pengurus menyebarkan pemberitahuan bahwa ada juga pengajian dengan menghadirkan pemateri. Lagi-lagi orang terdekat saya saksinya. Ibu saya (J), mengaku pernah menghadiri pengajian yang aneh materi penyampaiannya, tidak seperti Islam pada umumnya. Tentang ritual ibadahnya, pedoman suri tauladannya, dll.


Foto: hidayatullah.com

Secara umum dan sejak lama, memang warga Pasirhonje, termasuk saya pribadi, telah mencium kejanggalan aktivitas dan ajaran di Masjid Al-Mukaromah tersebut. Hanya dulu belum terlalu 'agresif' seperti sekarang. Pun beberapa saudara dan teman saya yang adiknya sekolah di sana merasa begitu. Kondisi terkini memang aktivitas pesantren & SMP-nya sepi karena warga Pasirhonje dan kampung sebelahnya memilih menyekolahkan anaknya di tempat lain daripada termasuk dalam ke-simpang-siur-an ajaran yayasan tersebut. Jikapun ada, pengurus mendatangkan santri/murid dari luar daerah Pasirhonje semisal Kota Bandung, dll. Tentang upaya penyesatan yang hendak menyebar, beberapa tokoh masyarakat dan aparat pemerintah setempat sudah berusaha merundingkan kepada pengurus yayasan tersebut agar menghentikannya. Beberapa warga yang sudah hampir bersepakat menerima tawaran pun segera diselamatkan dan diberi pencerdasan.

http://www.antiliberalnews.com/2015/03/04/manfaatkan-masa-reses-jalal-datangi-pendukungnya-dan-bagi-bagi-buku-syiah/

Kini, kelanjutan penanganannya masih diurusi tokoh masyarakat setempat, pun saya sebagai warga setempat merasa harus ikut terlibat dalam menyelamatkan akidah masyarakat ini. Ini adalah bagian dari dakwah. Namun, tetap kita ingin menyelesaikan persoalan ini dengan baik-baik tanpa benturan. "Silakan jalani sendiri ajaran yang Anda yakini, jangan turut memaksa yang lainnya!" Menyoal legalitas dan posisinya di Kampung Pasirhonje sedang diproses oleh pemerintahan setempat, dalam hal ini oleh Ketua RW 01 Pasirhonje (BM). Melihat dampak warga yang hampir terjerumus ini (ada yang hendak memutuskan silaturahim dengan saudaranya, ada yang hendak memutuskan ikatan pernikahan, dll.), warga Pasirhonje dengan tegas menyatakan,
"Indit 'SYIAH' ti Kampung Kuring!"

*Syiah, juga dalam Bahasa Sunda memiliki arti: sebuah kata yang merupakan ekspresi pengusiran atas apa yang tidak disenangi hanya dibaca biasa saja tidak sama dengan pengucapan SYI'AH yang menggunakan huruf hijaiyyah 'ain' pada huruf 'a'-nya

| Catatan Ladang Dakwah Dunia Nyata, Kido.