visitors

Selasa, 16 April 2013

Bukan Aku, Bukan Kamu, Bukan Dia, Tapi Kita


Assalamualaikum, Gan :D
Once upon a time I see the light coming from the sky into my heart. I know it was your sight. Once upon a time I hear a sound greeting to my heart over a mount’. I know it was your drone.
And I want to know myself. I want to know my brave. How can I reach my dream, how much I use my strength.
Once upon a time I feel the the love coloring all the parts along my life. I know it was so fine. Once upon a time I say, “You’re right!” believing a bright coming from God. I know it was my life.
And I’m in luck to have you. I’m in luck to see you. You tell me how to be good. You saw what is the truth.
Once upon a time with you, Etos Rangers :D
-Kido, Once Upon A Time With You-

Gengs, itu baru intro lho. Haha. Sekarang kita mulai. Bekicot...

Berawal dari TEMU ETOS NASIONAL 2010 Bogor-Depok-Jakarta, berakhir jadi ETOS RANGERS NUSANTARA 2009 Padang-Jakarta-Bandung-Semarang-Surabaya-Makassar. Berjumlah delapan orang, inilah para personil Etos Rangers yang begitu inspiratif dan apresiatif. Bekicot...


But, before I start mentioning one by one of the eight of Etos Rangers, Abdi gaduh sababaraha aturan sateuacan ngajomantarakeun hiji hijina teh. Nyatana, teu kenging more than sapuluh kecap dina netelakeun saurang-saurangna teh nya. Pami more than excellent mah wios. That’s it, bekicot...

-          - Iis Casmiati (Casmi), Institut Teknologi Bandung [47]
Her struggling was undoubtedly great! Salirana alit, perhatosanna badag pisan.
-          - Novi Aulia Hikmawati (Aulia Sinaro), Universitas Andalas [49]
Her analyzing was sophisticatedly sharp! Anjeunna sae, sanajan acan pendak*.
-          - Alinda (Alin), Universitas Hasanudin [51]
Her standing-alone was exicitedly inspiring! Gampil nyarios, teges, layeutan kasasaha
-          - Khoirun Nikmah (Nikmah), Institut Teknologi Sepuluh November [50]
Her sounding was islamicly pasify! Soal ngahargaan mah nomer hiji.
-          - Muhammad Ulfi Bahari, Institut Teknologi Bandung [73]
His thought was accurately balance! Salirana badag, perhatosanna oge badag.
-          - M. Khoiruddin Rajulaini (Raju), Universitas Diponegoro [57]
His voice was greatly beautiful! Calakan tur sae pamolah-basa.
-          - Abdul Karim (Karim), Universitas Indonesia [50]
His greeting was smily friendly! Layeutan basa, alit, oge calakan.
-          - Kiki (Kido), Institut Teknologi Bandung [63]
His dreams was really happen! Nyeni, resep tahu, sologoto saalit.

Anggota Ranger (dari kiri) atas: Aulia, Iis, Kiki, Karim (dari kiri) bawah: Nikmah, Ulfi, Raju, Alinda

***
Indahnya jalinan tali silturahim persaudaraan ini semoga hingga ke Surga kelak. Mari landaskan pertalian ini karena Allah S.W.T. Hingga kita bisa saling mengisi, memahami, dan menasehati dalam kebaikan dan kesabaran.

“Sebaik-baik teman adalah yang kala mengingatnya, mengingatkan kita kepada-Nya.”

Alhamdulillaah, panginten sakitu bae. Punten teu tiasa seueur cumarios oge sae-sae basa pakait nyaritakeun maranehna. Maybe and of course, at the other time I will continue telling about all my greatest friend above. Hopefully I meet them at the right moment completely, closely, atmosphericly covered by togetherness. Mugiya Allah maparin kasaean ka urang sadaya. Salawasna aya dina kawilujengan, salawasna ditangtayunan ku Allah. Aamiin.

Peace be upon you, Gengs :D

Sabtu, 13 April 2013

2013, #UNBERSIH

Bismillaah...
a.n. Beastudi Etos Bandung 'eBand' | Beastudi Indonesia | Dompet Dhuafa mengucapkan selamat menempuh Ujian Nasional 2013 kepada seluruh siswa/i SMA/SMK/MA/sederajat. Semoga sukses :D

#UNBERSIH | Jujur itu more than excellent!


 
http://etosbandung.wordpress.com/ | http://beastudiindonesia.net/ | http://dompetdhuafa.org/


Kiki
Teknik Fisika-FTI ITB
Etoser Bandung 2009
@kikidoanc





Senin, 08 April 2013

Nostalgiaan Berakhir Jumatan Bareng Kang Aher


Berawal dari dering dan getar hape malam itu saat sedang menunggu ayam kremes di kedai Be*ek Nga*asan Tubagus Ismail bersama teman, esoknya (Jumat, 5 April 2013) pascakuliah aku langsung bertolak menuju Diponegoro 48. Usut punya usut sang adek kelas - sealmamater putih abu-abuku - memintaku buat mengisi suatu acara. Mereka sebut ta’lim. “Beuh, beratnya,” dalam benakku. Kukonfirmasi, “sharing kali ya, bukan ngisi, hehe.”

Kumeluncur dengan angkot ijo. Tepat di Jalan Diponegoro kukirikan angkot itu. Namun, bukan di depan Dipo 48, melainkan lebih beberapa meter di depannya. Lho, kok bisa? Ya bisalah, wong waktu itu ga ada siappun yang berani mencegahnya, haha.

Jadi, gini ceritanya. Acara mulai jam 13.00 WIB pascajumatan, tetapi jam 10-an lebih pascakelas Fisika Kuantum & Nano aku sudah cabut ke TKP. Jadilah, nyari pelarian lain dulu, ‘kan masih tiga jam-an lagi. “Aduuh, makin gak baku nih bahasa,” bisikku dalam hati saat buat tulisan ini.

Pasjum (Pasar Jumat, red.)  Pusdai menjadi korban pelarianku. Jalan-jalan ke sana kemari. Dari ujung jalan Pusdai ke ujung lainnya menjajali semua pedagang yang menyesaki jalanan di satu sisi. Plus antrian orang di sana-sini tak tak mau kalah ikut menyesaki kawasan pasjum itu. Jalan-jalan nostalgia pasjum pun selesai tanpa menjaja apapun karena memang tak berniat untuk merogoh kocek untuk keperluan apapun.

Terdengar seperti musik keroncong, ternyata perutku berdering, haha. Nostalgia dilanjutkan dengan berbatagor kuah & kering depan gerbang depan Pusdai. “Mang, batagor seporsi yah, yang kuah, tapi kering,” kataku. “Wah, sekarang kering aja, Dek,” mamang menyahut seakan sudah mengerti maksud orderanku. Perpaduan yang yahut antara batagor dan es cendol-goyobod menjadi menu pembuka prajumatan siang ini. Kuliner khas Bandung memang tiada duanya. What a specially and tasty of Bandung culinary! Don’t try this at home! Hehe...

Potret Masjid Pusdai Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung Pasca-repainting
(Photo taken by Kido)

Selesai, kurasa langsung cabut ke masjid nostalgia zaman putih abu-abu, Pusdai. Kulihat masih jam sebelas, tak biasanya kulangsung masuk masjid nostalgia itu dan mengambil air wudlu. Aku ingin dapat shaf (barisan, red.) Sholat Jumat paling depan! Biar dapet unta, aamiin. Adzan masih enam puluh menitan lagi. Kuhabiskan saja dengan bertilawah meneruskan hanca (batas, red.) saya. Tak lupa sebelumnya tahiyyatul masjid dulu. Alhamdulillaah.

Tak terasa sudah seorang bapak pembaca pengumuman prakhutbah jumat sudah di depan mata mengucapkan salam. Waktu itu, sayangnya aku tidak dibarisan peraih unta karena sudah penuh. Hiks. Namun, tak jadi masalah, justru makin semangat di lain kesempatan. Yeah!

Selagi pengumuman, kok seorang dari barisan depan mundur yah? Sementara seorang bapak DKM yang lain menggelar sajadah di tempat yang ditinggalkan orang tersebut. Dalam benakku, “Pasti ada sesorang penting nih bakalan ngisi ini tempat duduk, ” sok tahu. Dan tiba-tiba terlihat seringai senyum kang Aher! Ahmad Heryawan, Dr. (HC), Lc., sang Gubernur Jawa Barat! Wow, great kesempatan langka! Tetapi tak sempat bersalaman karena adzan sudah dikumandangkan tepat beliau duduk dan khotib (pengkhutbah, red.) naik mimbar.

Tak banyak pikir kuikuti khutbah Jumat dari Kiai Haji anggota DPRD Jawa Barat itu, lupa lagi namanya, dengan seksama. Aku dapat quotes menarik,

Banyak orang muslim dan mukmin, tetapi tak sedikit yang tak berani mendemonstrasikan keislamannya itu dan tak sedikit pula yang tak berani memenuhi konsekuesi dari keberanian yang sudah ada.

Khutbah berakhir, berkumandanglah iqomah. Dan ternyata, barisan depan kosong satu orang tepat di sebelah kang Aher! Langsung saja kumaju dan kutempati. Tetapi bukan hanya dalam rangka ingin di sebelah kang Aher yah, tetapi memang dalam rangka memenuhi tempat kosong di barisan depan karena memang itulah aspek kesempurnaan dalam sholat berjamaah. Aduuh, kayak ceramah, hehe. Allah memang Maha Indah dalam memutuskan perkara apapun di luar nalar manusia.

Sholat jumat berakhir, pun sholat sunnah, dzikir, dan doa. Tak banyak membuang detik, aku langsung menyalami kang Aher dengan seringaian senyumku dan berkata salam. Beliau menyambut dan menyalamiku dengan penuh hangat dan keramahan. Kuperkenalakan diri secara singkat sembari berdebar, dag dig dug der da*a!, untuk kali pertama secara langsung mengobrol tak formal dengan orang nomor satu di Jawa Barat ini. Tak henti-henti beliau melemparkan senyuman selagi aku berbicara.

Dan aji mumpung pun kugunakan. Mumpung beliau tak buru-buru beranjak, mumpung sedang berkesempatan besar bersua tanpa kawalan ajudan dan body guard-nya, serta  mumpung-mumpung lainnya aku Tanya saja belaiu, “Pak, boleh saya bertanya.” “oh, tentu silakan,” katsanya sambil menatapku. “Tetapi bukan dalam hal politik atau Jawa Barat lainnya ya, Pak,” lanjutku. “Siang ini insyaAllah saya akan bertemu dengan adek-adek siswa/i SMA untuk berdiskusi ta’lim dan sharing tentang motivasi beribadah. Lalu, menurut Bapak, apa ya yang menjadi motivasi kita beribadah itu?” tanyaku.
“Niat. Luruskan niat. InsyaAllah dengan meluruskan niat terlebih dahulu kita akan bisa memotivasi diri kita untuk beribadah bahkan memotivasi orang lain,”

Begitu jawaban beliau atas pertanyaanku. Alhamdulillaah... kudapat ilmu lagi dari pertemuan luar biasa dengan salah satu tokoh yang saya kagumi itu. Mengapa begitu? Pertanyaan yang sama kulontarkan sebelumnya kepada teman-temanku dan mendapat berbagai jawaban. Kuesioner kali yah, hehe. Eh, tidak dinyana ternyata pertanyaan kuesioner ini sampai kepada bapak Gubernur :D

Kuberterimakasih kepada beliau atas kesempatan mengobrol singkat yang diberikan. Sekali lagi kumenyalaminya sembari beliau berpesan, “Salam yah buat anak-anak SMA dan teman-teman mahasiswa ITB.” Pertemuan berakhir, sementara kang Aher menyalami jamah lainnya yang sudah dari tadi bersiap menemui beliau. Aku juga tak lupa menyalami sang khotib, yang super materi khutbahnya, yang memang datang bersama kang Aher.

Do you know, Pren? Suaanku dengan kang Aher itu terkesan lama dengan tuliasan ini. Padahlan, eh padahal durasinya tak lebih dari lima menit, lho. Ga apa-apa, gak penting yah, hehe. Namun, justru yang penting adalah hasil pertemuan super yang kudapat. Alhamdulillaah.

Setelahnya, kulangsung beranjak menuju Dipo 48. Acara dimulai meski jadinya molor beberapa puluh menit dari jadwal awal, tetapi tak apalah semangat adek-adek ini yang luar biasa perlu diacungi jempol secara tersendiri. Apa yang kualami pascajumatan itu, pesan dan ilomu yang kudapat kusampaikan saat diskusi dan sharing itu berlangsung. Kuberharap semuanya dapat menjadi motivasi bagi semuanya, tentunya bagi diriku sendiri untuk ke depannya menjadi lebih baik. InsyaAllah.

Pusdai Jabar-Bandung, 5 April 2013.

Jumat, 28 Desember 2012

Ketentuan ITB pada SNMPTN 2013



Mari dibaca biar bisa ngasih tahu adek, temen, tetangga, orang lewat, dan siapapun yang pengen masuk ITB :D




Sumber: http://sidomi.com/110753/snmptn-tulis-akan-dihapus-mulai-tahun-2013/


by Aditya Agung Putra

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya lewat akun twitter @AkuMasukITB, tidak akan ada lagi SNMPTN tertulis ataupun ujian saringan masuk di ITB Untuk tahun depan. Proses penerimaan mahasiswa baru ITB 2013 Hanya akan melalui penjaringan prestasi akademik (SNMPTN undangan) dengan kuota 60% dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan TInggi Negeri (SBMPTN) yang akan diadakan setelah ujian nasional (UN) dengan kuota 40%. Jalur SBMPTN tersebut sebagai pengganti SNMPTN tulis yang diadakan pada dua tahun terakhir.

Penjaringan prestasi akademik (PPA) akan diselenggarakan hingga awal Februari. Data semua siswa SMA mulai dari kelas X harus diisikan secara rutin setiap tahunnya. Teknis dari seleksi ini dapat dibaca lebih detil padahttp://newadith.wordpress.com/2012/12/27/sekilas-info-snmptn-2013/dan www.snmptn.ac.id. Hal terpenting dari tahap seleksi ini adalah kejujuran tiap sekolah. “Jika ketahuan memasukkan data palsu, sekolah tersebut akan terkena blacklist sehingga akan merugikan lulusan tahun berikutnya,” tutur Yuli Setyo Indartono dari kasubdiv penjaringan mahasiswa baru ITB pada presentasinya di forum silaturahmi paguyuban ITB lalu.

Untuk SBMPTN sendiri, tidak dinamakan SNMPTN Kembali karena seleksi ini merupakan seleksi berbayar. Jadi para peserta dikenakan biaya pendaftaran pada SBMPTN. Untuk teknis lebih lanjut, baru akan dikeluarkan akhir Januari nanti. Bagi universitas lain, mungkin ada jalur mandiri seperti SIMAK atau UM, tetapi di ITB tidak akan ada yang seperti itu.


Persyaratan Fakultas dan Sekolah

Tidak ada yang berbeda untuk persyaratan tiap-tiap fakultas pada 2013. Semua fakultas dan sekolah di ITB dapat dimasuki oleh bidang IPA. Siswa dengan bidang IPS dapat memilih FSRD dan SBM sedangkan bidang Bahasa dapat memilih FSRD. Untuk persyaratan buta warna pun demikian. Fakultas FITB, FSRD, FTTM, SF, dan SITH tidak dapat dimasuki siswa yang buta warna parsial dan total. Syarat buta warna yang sama diberlakukan untuk jurusan Kmia, Teknik Kimia, dan Teknik Lingkungan pada tahap penjurusan TPB.


Program Studi Baru

Untuk 2013 nanti, tidak ada penambahan fakultas ataupun sekolah. Hanya saja ITB kembali membuka 3 program studi baru yang dapat dimasuki mulai tahun depan. Ketiga program studi tersebut adalah:

Kewirausahaan dari SBM


Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air dari FTSL


Rekayasa Infrastruktur Lingkungan dari FTSL


Ketiga program studi tersebut juga termasuk pada program studi yang memiliki jalur peminatan bersama dengan program studi Astronomi, Rekayasa Pertanian, Rekayasa Kehutanan, Meteorologi, dan Oseanografi. Untuk jalur peminatan sendiri, akan tetap dikenakan BPPM dan BPPS sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk ketiga program studi terbaru juga, saat penjurusan akan berkuliah di kampus ITB Jatinangor.


Informasi Beasiswa

Beasiswa yang ada di ITB pun masih belum berubah. Banyak berbagai macam beasiswa prestasi yang bisa didapat setelah masuk ITB. Bidik Misi pun masih akan ada dengan kuota yang mungkin melebihi tahun sebelumnya. Total yang dapat beasiswa penuh pada tahun 2012 bisa sekitar 900 orang jika ditambah dengan beasiswa Pemprof.

Jika untuk tahun 2012 kuota penerima Bidik Misi adalah 800 orang, di 2013 mungkin bisa bertambah. Sebenarnya beasiswa tersebut mudah untuk didapatkan mengingat sulitnya ITB dalam menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan Bidik Misi. Tahun lalu saja, dari 800 kuota yang dialokasikan, hanya 450 penerima saja yang lolos verifikasi. Hal ini utamanya disebabkan oleh kurangnya informasi yang tiba di sekolah-sekolah. Syarat untuk penerima Bidik Misi sendiri antara lain penghasilkan 3 juta dengan biaya perkapita Rp 600.000, maksimal pendidikan orangtua S1, dan anak PNS pun boleh ikut. Tidak ada kuota tiap sekolah. Ada sekolah yang sulit memberikan surat rekomendasi untuk siswa tapi ada juga sekolah yang mudah sekali memberikan surat rekomendasi walaupun siswa tersebut dinilai mampu.

Beasiswa Bidik Misi pun kini menjadi satu-satunya beasiswa unggulan di ITB mengingat tidak ada lagi BIUS (Beasiswa ITB untuk Semua) semenjak 2012. Hal ini dikarenakan perusahaan-perusahaan mitra yang biasa menjadi donatur untuk BIUS Kini memilih untuk memberikan beassiwanya atas nama lembaga sendiri. Jadi, banyak beasiswa di ITB sebenarnya tidak berubah, hanya pemberinya saja yang bergonta-ganti. Untuk masalah beasiswa pun, saat sudah masuk di ITB, seorang mahasiswa boleh menerima 2 jenis beasiswa asal kumulatifnya tidak melebihi 950 ribu rupiah.


Biaya Pendidikan

Biaya pendidikan di ITB Mencapai 27 juta rupiah per tahun untuk setiap mahasiswa berdasarkan survey dari DIKTI. Rincian biaya tersebut terbagi kedalam BPPM dan BPPS. BPPM (Biaya Penyelenggaraan Pendidikan di Muka) dibayarkan sekali saja saat registrasi. Untuk tahun 2012, besar biaya ini adalah 55 juta rupiah dan 80 juta rupiah untuk SBM. Besar dari BPPM ini berpotensi turun pada 2013. Jika ingin mengajukan penangguhan, pendaftar dapat memilih untuk hanya membayar 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, atau 100% dari BPPM. Subsidi tersebut diberikan berdasarkan penghasilan orang tua. Untuk BPPS (Biaya Penyelenggaraan Pendidikan Semester) pada tahun 2012, besarnya adalah 5 juta rupia per semester. Untuk SBM, biaya ni mencapai Rp 750.000 per SKS. Selain BPPM dan BPPS, ada juga biaya program matrikulasi sebesar Rp 1.200.000 untuk jalur undangan dan Rp 750.000 untuk jalur SNMPTN tulis. Informasi nominal tersebut bersumber dari penerimaan mahasiswa baru tahun 2012.


Kontak

Informasi lebih lanjut bisa didapat melalui Subdit Penjaringan Mahasiswa ITB

Jalan Tamansari 64 Bandung


Alamat email: usmitb@pusat.itb.ac.id


Telepon/fax: 022-2508519


Panitia Aku Masuk ITB 2013 juga menyediakan media informasi mengenai penjaringan dan kisah-kasih kehidupan di ITB di:

Grup facebook: Aku Masuk ITB


Twitter: @AkuMasukITB


Web: www.akumasukitb.com


Selain itu kami juga menyediakan booklet Surat Cinta untuk Indonesia yang dapat diakses di (dalam format .rar, 17 MB sebelum ekstraksi):

http://dl.dropbox.com/u/35348253/Surat%20Cinta%20untuk%20Indonesia.rar


Di booklet tersebut berisi informasi mengenai beasiswa, cerita kehidupan di ITB, fasilitas ITB, dan acara utama Aku Masuk ITB yang akan diselenggarakan bulan Maret nanti. Tidak lupa kami juga menyertakan sayembara menarik di booklet tersebut. Jadi, bagi teman-teman ITB yang memberikan link booklet tersebut, jangan lupa memberitahukan acara ITB Day Maret nanti dan sayembara menariknya!


Sumber

Presentasi rektorat di forum paguyuban dan AMI 2013


Panitia Aku Masuk ITB 2013







Tulisan ini juga dimuat pada: http://newadith.wordpress.com/2012/12/27/informasi-terbaru-itb-pada-snmptn-2013/